KETERGANTUNGAN PETANI KARET PADA TENGKULAK DI DESA TEBING TINGGI KECAMATAN KELUMPANG TENGAH KABUPATEN KOTABARU

Authors

  • Dewi Astaria Purwasih Sosiologi, Universitas Lambung Mangkurat
  • Ismar Hamid Sosiologi, Universitas Lambung Mangkurat
  • Sri Hidayah Sosiologi, Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.20527/h-js.v1i1.3

Keywords:

petani karet, tengkulak, ketergantungan, jaringan sosial, rubber farmers, middlemen, dependency, social network

Abstract

Perkebunan karet yang ada di Desa Tebing Tinggi mempunyai karakteristik hubungan sosial antara tengkulak dan petani karet. Untuk itu penelitian ini bertujuan memahami bagaimana bentuk ketergantungan petani karet terhadap tengkulak dan mengapa ketergantungan tersebut terus berlanjut. Penelitian dilaksanakan Di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Kelumpang Tengah Kabupaten Kotabaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat petani karet di Desa Tebing Tinggi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketergantungan petani karet pada tengkulak sangat kuat dikarenakan rata-rata menggantungkan kegiatan produksinya kepada tengkulak. Bentuk-bentuk ketergantungannya adalah: 1) saat petani memerlukan uang maka akan meminjam ke tengkulak; 2) saat petani membutuhkan pekerjaan tambahan tengkulak bisa menyediakan seperti buruh angkut karet; 3) untuk penjualan tengkulak langsung mengambil ke lokasi kebun karet sehingga petani tidak mengangkut lagi; 4) saat petani memiliki hutang kepada tengkulak bisa dibayarkan dengan karet tidak harus dengan uang. Ketergangunan tersebut berdampak pada penjualan hasil kebun tidak maksimal dan mengakibatkan ketergantungan terus berlanjut. Kegiatan produksi karet seperti pengelolaan dan perawatan karet yang baik dan benar sulit dilakukan karena jaringan sosial ekonominya hanya mengandalkan tengkulak. Petani tidak mampu menjalankan kegiatan produksi dan pemasaran secara mandiri. Pada aspek pemasaran faktor sulitnya akses jalan dan ketiadaan alat transportasi yang dimiliki menyebabkan petani karet harus mempertahankan ketergantungannya pada tengkulak. Ketiadaan program-program pemberdayaan juga turut berperan terhadap keberlangsungan ketergantungan.

References

Anita, S., Maharani, E., & Yusmini, Y. (2014). Hubungan Petani Karet dengan Tauke (Patron-client) di Desa Sungai Jalau Kecamatan Kampar Utara Kabupaten Kampar. (Doctoral dissertation, Riau University).

Antoni, M. A., & Purbiyanti, E. P. (2015). Pola Pemasaran dan Bentuk Pasar Karet Rakyat dan Dampaknya Bagi Kesejahteraan Petani Karet Rakyat di Sumatera Selatan.

Damsar & Indrayani. (2009). Pengantar Sosiologi Ekonomi. Jakarta: Prenadamedia Group.

Departemen Pertanian. (2007). Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Karet. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Dewi, N. (2017). Analisis Struktur Perilaku Dan Penampilan Pasar Karet (Structure Conduct Performance) Di Riau. UNES Journal of Agricultural Scienties, 1(1), 046-057.

Erlinda, N. (2018). Tipologi Klaster Hilirisasi Karet Di Provinsi Jambi. Jurnal Khazanah Intelektual, 2(1), 66-83.

Indonesia Invesment. (2018, April 5). Karet Alam. Indonesia Invesment. Retrieved From https://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/komoditas/karet/item185

Kenamon, M. S. R., Sugiyanta, I. G., & Sudarmi, S. (2014). Deskripsi Petani Kebun Karet di Desa Menanga Jaya Kecamatan Banjit. JPG (Jurnal Penelitian Geografi), 2(7).

Mustaqimah, M., Mulyanto, M., & Nueraheni, D. H. E. (2009). Ketergantungan Ekonomi Petani Karet Di Kelurahan Payaraman Timur, Payaraman, Ogan Ilir Akibat Adanya Penjualan Karet Dengan Sistem Tender (Doctoral dissertation, Sriwijaya University).

Rosana, E., Yulius, T., & Paramita, D. (2020). Dampak Perubahan Iklim dan Fluktuasi Harga Terhadap Pendapatan Petani Karet Di Desa Burai Ogan Ilir. Jurnal Penyuluhan, 16(01), 49-63.

Sapriadi, S. (2021). Pengaruh Harga Karet Terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Petani Karet Di Desa Kalobba Kecamatan Tellulimpoe (Doctoral dissertation, Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai).

Scott, J. C. (1976). Moral Ekonomi Petani (Pergolakandan Substensi di Asia Tenggara). Jakarta: LP3ES.

Scott, J. C. (1993). Perlawanan Kaum Tani. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

2023-02-21

How to Cite

Dewi Astaria Purwasih, Ismar Hamid, & Sri Hidayah. (2023). KETERGANTUNGAN PETANI KARET PADA TENGKULAK DI DESA TEBING TINGGI KECAMATAN KELUMPANG TENGAH KABUPATEN KOTABARU. Huma: Jurnal Sosiologi, 1(1), 16–28. https://doi.org/10.20527/h-js.v1i1.3

Issue

Section

Articles